Teknik Memilih Warna dalam Desain Grafis

desain grafis

Pengetahuan mendasar mengenai psikologi warna sangatlah vital dalam menghasilkan karya-karya desain grafis yang memiliki nilai estetika tinggi. Terlebih pada desain logo, warna memiliki peranan penting dalam menyampaikan arti filosofis sebuah desain logo. Berkaitan dengan hal ini, Martin Christic – seorang creative director pada sebuah agency desain grafis yang bernama Logo Design London menyatakan bahwa pemahaman psikologi warna menjadi vital manakala kita ingin mendesain logo yang efektif.

Permainan Warna dalam Desain Logo

Memang pada dasarnya pikiran manusia mudah sekali merespon segala rangsangan visual dari luar – dan warna adalah salah satunya. Di sini dapat dikatakan bahwa warna dapat menjadi faktor utama dalam memberinkan rangsangan terhadap respon pikiran manusia, baik pikiran sadar maupun pikiran bawah sadarnya (subconscious mind). Oleh sebab itu, memainkan kombinasi warna di setiap projek desain grafis menjadi faktor yang mutlak diperlukan. Sebab kekuatan psikologi warna dalam desain grafis seperti desain logo misalnya mampu memberikan gaung resonansi terhadap hasil desain itu sendiri – yang pada akhirnya mampu memberikan sentuhan estetika keindahan terhadap hasil karya desain grafis.

beberapa tampilan desain logo perusahaan terkemuka

Arti di balik setiap goresan warna

Setiap penggunaan goresan warna, bahkan warna hitam dan putih, akan memberikan implikasi dalam proses desain grafis. Dalam desain logo misalnya, pemilihan warna haruslah dilakukan secara hati-hati. Hal ini dimaksudkan untuk memberi penekanan terhadap suatu elemen dalam desain logo – seperti penggunaan warna yang memberikan kesan cerah dan kuat.

desain logo facebook

Goresan warna pada setiap seni desain grafis membawa arti tersendiri. Ia adalah penyampai pesan yang terkandung pada setiap elemen desain grafis seperti: desain logo, desain kemasan produk, dan sebagainya. Nah, secara sederhana arti di balik setiap pancaran warna adalah:

diagram psikologi warna dalam desain grafis

  • Red / Merah memiliki makna energik, penuh kehangatan, kuat, hasrat, dan juga panas. Warna merah seringkali dianalogikan sebagai warna yang dapat membangkitkan gairah atau selera manusia. Oleh sebab itu, warna ini seringkali digunakan pada desain logo, desain brosur, desain stasionary maupun desain kemasan milik perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman.
  • Orange / Oranye seringkali diasosiakan sebagai warna untuk melambangkan ide atau pikiran inovatif dan modern. Warna ini juga menggambarkan nilai-nilai yang bersifat kegembiraan, kemampuan mengakomodasi, serta mudah berteman.
  • Yellow / Kuning memberikan kesan cerah dan hangat terhadap elemen tertentu pada desain grafis. Penggunaan warna ini juga memiliki arti persahabatan.
  • Green / Hijau. Warna ini diasosiasikan dengan segala sesuatu yang bersumber dari alam (nature). Penggunaan warna hijau dalam desain grafis juga memiliki arti kesegaran (freshness). Warna ini seringkali diadopsi pada desain logo milik perusahaan-perusahaan makanan oraganik dan perusahaan finansial.
  • Blue / Biru. Jika Anda ingin menggambarkan nilai-nilai profesionalisme, keseriusan, integritas dan ketenangan, warna biru sangat cocok sebagai penyampai pesan-pesan tersebut.
  • Purple / Ungu. Adalah warna untuk melambangkan nilai-nilai kesetiaan dan kemewahan.
  • Black / Hitam merupakan warna yang memiliki kepribadian ganda. Di satu sisi, warna hitam dapat melambangkan kekuatan dan kecakapan, namun di sisi lain, ia adalah arti lain dari kematian.
  • White / Putih secara umum diasosiasikan dengan nilai-nilai kemurnian, kebersihan dan kesederhanaan. Banyak perusahaan-perusahaan terkemuka memilih warna ini pada desain logo mereka. Sebagai contoh Coca-Coca seringkali menampilkan logo berwarna putih dengan background berwarna merah. Sementara pada halaman beranda situs jejerang social Facebook, logo medsos tersebut menggunakan warna putih dengan dasar warna biru.
  • Brown / Coklat: memiliki arti yang bersifat maskulinitas – biasanya warna ini digunakan untuk desain produk-produk outdoor dan untuk melambangkan kehidupan pedesaan.
  • Pink dapat diartikan sebagai warna yang melambangkan keceriaan atau bahkan kaganjenan. Warna ini juga melembangkan arti feminitas, yang seringkali digunakan pada desain produk yang menyasar kaum hawa sebagai target pemasarannya.

Meskipun asosiasi makna dari warna-warna tersebut bukanlah sesuatu yang bersifat rigid atau baku, namun hal tersebut akan sangat berarti ketika kita ingin memilih tone warna tertentu pada projek desain grafis. Perlu digarisbawahi bahwa nilai estetika sebuah karya desain grafis tidaklah terletak pada sebaik apa permainan warna yang digunakan, namun juga berhubungan dengan penggunaan bentuk, pola maupun teks di dalamnya.