Perkenalkan, Saya Adobe Experience Design

review

Adobe XD atau Adobe Experience Design menjadi salah satu trobosan baru dalam desain UX dan UI yang terus berkembang dewasa ini. Aplikasi Adobe ini memang dirancang untuk membangun sebuah desain prototipe, entah itu website maupun aplikasi mobile yang berorientasi pada pengguna. Artinya dengan Adobe Experience Design, para developer akan mampu merancang sebuah desain aplikasi yang lebih user friendly sehingga mudah digunakan oleh berbagai kalangan pengguna.

Beda sekarang, beda dahulu kala. Fakta bahwa di era tahun 2000 an, aplikasi adobe photoshop masih menjadi aplikasi populer dalam mebuat tampilan desain website tidaklah dapat kita pungkiri. Para desainer banyak menggunakan adobe photoshop dalam membuat konsep dasar dari sebuah desain website. Dari konsep desain tersebut, dengan menggunakan teknik slicing kemudian dikonversikan ke dalam format HTML dan CSS. Sementara untuk memberikan kesan atraktif, gambar berformat animated gif sengaja dipilih agar tampilan desain website tidak nampak membosankan. Bahkan banyak pula web designer maupun web developer yang menggunakan animasi flash pada desain website mereka.

Adobe XD atau Adobe Experience Design menjadi salah satu trobosan baru dalam desain UX dan UI

Akan tetapi, hal tersebut nampaknya kurang populer di era sekarang ini. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pergeseran tren di bidang desain antarmuka (UI) yang memang terus berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan teknologi digital. Jika file animasi berbasis flash maupun gambar gif masih terlihat menarik di zamannya, hal ini mungkin tidak berlaku di saat sekarang. Dewasa ini, baik desain website maupun desain UI lebih ditekankan kepada pengguna. Artinya para developer dituntut untuk menghadirkan konsep desain antar muka (UI) pada kedua platform tersebut agar semakin mudah digunakan oleh para penggunanya (user friendly).

Fitur modern layer pada adobe xd

Kemunculan Adobe XD

Sebagai jawaban dari perkembangan tren desain, baik terkait desain website, desain UI maupun desain UX, pihak Adobe telah lama memperkenalkan lini aplikasi terbarunya, yakni Adobe Experience design atau seringkali disebut Adobe XD. Adobe XD bukan hanya sekedar tool desain grafis untuk sekedar membuat tampilan mentah dari sebuah desain website maupun desain aplikasi mobile. Lebih dari itu, Adobe Experience Design memiliki kemampuan untuk membangun sebuah prototype dari sebuah website maupun aplikasi mobile. Kemampuan yang semacam inilah yang tidak bisa ditemukan pada aplikasi desain grafis besutan Adobe lainnya seperti Adobe Photoshop maupun Adobe Illustrator. Di mana kedua aplikasi tersebut seringkali digunakan para web designer maupun pengembang aplikasi dalam membuat desain antarmuka.

Sebuah prototype desain website yang dibuat dengan Adobe XD

Kemampuan Rapid Prototyping pada Adobe XD

Adobe Experience design memang sengaja dihadirkan oleh pihak Adobe sebagai software khusus untuk membuat desain UI maupun UX. Oleh sebab itu, software desain milik Adobe ini sengaja dibekali dengan beragam fitur untuk membangun rancangan visual dengan mudah dan cepat. Dengan kemampuan rapid prototyping, seorang desainer mampu membuat desain interface dari sebuah website maupun aplikasi yang begitu mirip dengan hasil akhirnya. Hal ini tentu sangat berguna untuk melakukan pengunjian terhadap sebuah aplikasi maupun website. Tanpa harus menunggu hasil akhir, sebuah aplikasi dapat diujicobakan kepada pengguna untuk mengetahui sejauh mana aplikasi tersebut mudah digunakan.

Adobe XD juga memiliki beragam symbol yang langsung dapat digunakan hanya dengan sekali klik saja

Dengan membuat sebuah prototipe desain (aplikasi maupun website), pihak pengembang maupun desainer akan lebih mudah membuat perbaikan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pemrograman (coding). Dari segi waktu, konsep kerja semacam ini akan lebih menghemat waktu dan lebih efisien.

Pada proses pembuatan sebuah prototype, Adobe Experience Design lebih banyak melibatkan campur tangan seorang desainer. Hal ini sangat berpeda jika menggunakan aplikasi seperti Photoshop maupun Illustrator. Pada kedua aplikasi tersebut, pembuatan prototype dari sebuah website maupun aplikasi akan melibatkan seorang desainer dan juga programmer. Pada Adobe XD, desainer dapat membuat obyek seperti sebuah tombol (button) yang dapat diklik dan terhubung dengan objek di halaman lainnya.

Menariknya lagi, pada Adobe Experience Design, seorang desainer mampu membuat sebuah desain dari suatu objek yang berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya. Hal ini mirip ketika kita menggunakan sebuah aplikasi pada umumnya. Perpindahan halaman tersebut juga dapat ditambahkan dengan semacam transition effect agar desain protoype nampak lebih real. Tidak berhenti sampai di sini saja, durasi dari efek transisi ini juga dapat diatur sesuai dengan keinginan sang desainer. Meski hanya sekedar prototype, paling tidak desain website maupun aplikasi yang dibuat dengan Adobe XD tidak akan jauh berbeda dengan hasil jadinya nanti. Hal ini tentu sangar membantu seorang desainer dalam merancang sebuah konsep desain UI tanpa perlu repot mengetikan baris-baris kode hanya untuk membuat efek tertentu.

Proses perancangan sebuah prototype desain UI pada Adobe Experience Design juga dapat dikomentasikan ke dalam format video. Dengan kata lain, tidak perlu aplikasi screen capture untuk merekam proses kerja seorang desainer. Proses kerja yang telah terdokumentasikan dapat secara langsung dibagikan secara online sehingga dapat dibuka orang lain melalui web browser standar. Hal ini tentu sangat membantu sebagai bahan pembelajaran bagi para desainer lain.

Adobe XD Untuk Aplikasi Lebih User Friendly

Rancangan desain website maupun aplikasi yang lebih berorientasi kepada pengguna (user oriented), menuntut seorang desainer harus mampu membuat desain UI yang ‘seramah’ mungkin. Hal ini dimaksudkan agar produk digital, baik berupa tampilan desain website dan lain sebagainya mudah digunakan dan ditelusuri pengguna. Terkait dengan desain website itu sendiri, dewasa ini pengguna atau pengunjung website lebih banyak dibanjiri dari kalangan pengguna smartphone. Oleh sebab itu rancang bangun sebuah desain website sudah selayaknya mampu menyesuaikan dengan beragam tampilan gadget pengguna seperti PC desktop, tablet dan smartphone.

Meski masih terbilang muda, kehandalan Adobe Experience Design dalam membuat tampilan desain website responsive misalnya, tidak bisa diragukan. Adobe XD yang memang terlahir dari kawah candradimuka Adobe Corporation yang memiliki kelengkapan fitur untuk membangun desain UI dan UX yang lebih user friendly. Apalagi aplikasi ini juga mudah terintegrasi dengan aplikasi Adobe lainnya.

Sekedar opini pribadi, di masa mendatang mungkin para desainer akan menjadikan Adobe XD sebagai tool andalan mereka dalam membuat beragam desain aplikasi. Kita tunggu saja, kira-kira fitur baru apa saja yang dimiliki Adobe Experience Design di masa mendatang. Untuk anda yang ingin menjajal kehandalan Adobe Experience Design dapat diunduh melalui tautan berikut ini.