Penggunaan Konsep Marber Grid dalam Desain Cover Buku

desain grafis

Sejarah pengenalan konsep Marber Grid di bidang desain cover buku sebenarnya bermulan pada tahun 1961. Tepatnya ketika seorang desainer grafis asal Polandia yang bernama Romek Marber memperkenalkan sebuah konsep penataan atau layout berbasis grid pada sebuah penerbitan bernama Penguin Book. Konsep ini kemudian terus berkembang dan dikenal dengan nama Marber Grid hingga saat ini. Lalu, apa sebenarnya yang ditawarkan oleh konsep Marber Grid itu yang membuatnya begitu populer dalam dunia desain?

Penerapan konsep Marber Grid pada dasarnya dilatarbelakangi oleh keinginan internal dari pihak penerbitan Penguin untuk menggunakan konsep tipografi yang lebih sederhana di setiap desain cover buku yang mereka publikasikan. Pada saat seorang konsultan seni supa bernama Abraim Games mencoba untuk memperkenalkan konsep pictorial design kepada pihak Penguin. Pictorial design sendiri merupakan konsep yang ia tawarkan dan berfokus pada penggunaan media gambar dan ilustrasi yang nantinya diterpkan pada desain cover buku. Namun sayangnya konsep ini kurang mendapatan respon dari pihak Penguin.

Konsep klasik Marber Grid pada desain cover buku milik Penguin Book

Pada tahun 1961, seorang Art Director dari Penguin Book yang bernama Germano Facetti sangat terkesan dengan hasil desain sampul pada sebuah desain sampul majalah The Economist. Desain cover majalah ini merupakan hasil karya Romek Marber. Lantas pada saat itu juga sang direktur meminta Marber untuk menggunakan keahliannya di bidang desain grafis untuk membuat beberapa desain cover buku. Pada saat itu Marber diserahi tanggung jawab untuk membuat desain sampul buku dari seorang penulis bernama Simeon Potter. Beberapa judul buku dari Simeon Potter yang menggunakan desain sampul buku milik Marber adalah buku yang berjudul “Our Language” dan “Language in the Modern World”.

Penataan elemen tipografi, identitas penerbit dan gambar ilustrasi dengan mengikuti konsep grid

Karir Marber sebagai seorang seniman grafis pada Penguin Book tidak berhenti sampai di situ. Belakangan ia kemudian diminta untuk berkolaborasi dengan beberapa perancang grafis lainnya seperti John Sewell dan Derek Birdsall untuk membuat konsep desain yang nantinya akan diterapkan pada beberapa buku milik Penerbit Penguin, tepatnya pada beberapa buku bergener cerita kriminal dan novel.

Salah satu contoh desain cover majalah yang menggunakan konsep Marber Grid

Konsep Marber Grid

Pada dasarnya penggunaan konsep desain berbasis grid dilatarbelakangi oleh analisa marber atas apa yang dibutuhkan pada sebuah tata letak atau layout desain sampul buku. Dari hasil pengamatan Marber disimpulkan bahwa buku-buku bergener misteri dan cerita kriminal masih mengusung konsep tipografi yang dikenalkan oleh Edward Young sejak 25 tahun silam. Itu artinya buku-buku milik Penguin Book memiliki desain cover dengan konsep yang ajeg selama kurun waktu tersebut. Hal inilah yang membangkitkan ide-ide kreatif Marber untuk menemukan inovasi baru yang nantinya akan diterapkan pada desain cover buku milik Penguin book.

Kala itu, buku-buku terbitan Penguin Book yang paling laris terjual di pasaran adalah buku bergener seri kriminal. Oleh sebab itu, ia masih mempertahankan ciri khas dari desain sampul yang telah lama diusung oleh pihak penerbitan, yakni tetap menggunakan corak warna hijau namun dikombinaskikan dengan warna yang lebih gelap. Hal ini tidak lain untuk mendapatkan kekontrasan yang maksimum.

Marber menggunakan konsep pembagian area desain halaman cover buku menjadi tiga bagian secara horisontal. Pada sepertiga bagian atas digunakan untuk meletakkan informasi buku dan identitas penerbit. Sebagai contoh misalnya logo penerbit pada bagian kiri, informasi gener buku, dan judul buku di bawahnya. Sementara dua pertiga sisanya dibiarkan untuk meletakkan gambar ilustrasi cover buku. Cara demikian akan lebih efisien untuk menarik daya tarik atau minat pembaca agar membeli buku yang bersangkutan.

Kejeniusan Marber dalam menghasilkan desain cover buku yang begitu atraktif sangat mengesankan pihak penerbitan. Sehingga pada akhirnya konsepnya kemudian diadopsi pada gener buku-buku lainnya milik penerbitan Penguin Book. Tidak hanya itu saja, konsepsinya mengenai penggunaan sistem grid kemudian dijadikan konsep standar desain, terutama pada tampilan sampul buku milik Penguin Book.