Font Type Terbaik untuk Layout Buku

tipografi

Dalam proses pembuatan layout buku, pemilihan font type merupakan hal yang sangat krusial. Buku memang secara alamiah tidak bisa dibaca hanya dalam hitungan menit atau jam semata. Seorang pembaca biasanya akan menghabiskan waktu berhari-hari dalam menghabiskan seluruh halaman dari sebuah judul buku. Oleh sebab itu, tugas seorang layouter buku adalah bagaimana menghadirkan sebuah buku melalui proses kreatifnya agar mudah dibaca oleh orang lain. Salah satunya adalah dengan memilih jenis font type yang tepat. Beberapa jenis font tertentu mungkin saja akan terlihat menarik jika dipakai pada desain brosur atau desain pamflet.  Namun belum tentu font tersebut akan sesuai jika dipakai untuk keperluan layout buku atau bahkan menjadikan sebuah buku sulit dibaca. Oleh sebab itu, pemilihan font untuk layout buku haruslah dilakukan secara hati-hati, agar buku yang dihasilkan nantinya akan mudah dibaca serta tidak cepat membuat kelelahan bagi penglihatan pembaca. Nah, berikut ini adalah beberapa font type yang sering digunakan untuk keperluan layout buku.

01 Garamond

Font type yang diciptakan oleh seorang type designer bernama Claude Garamond ini telah ada sejak abad ke-16. Hingga saat ini, beberapa variant dari font ini masih dapat kita jumpai. Salah satu versi yang paling sering dipergunakan di dunia percetakan hingga saat ini adalah font Garamond yang diciptakan oleh Robert Slimbach, yang diciptakan untuk perusahaan Adobe.

[gambar 1] tampilan font garamond

02 Janson

Font type ini didesain pada abad ke-17 oleh seorang type designer berkebangsaan Hungaria, Nicholasi Kai. Font ini memiliki karakter yang kuat dan elegan. Oleh sebab itu, banyak beberapa desainer menggunakan font ini untuk keperluan layout halaman buku.

[gambar 2] Tampilan font janson

03 Bembo

Merupakan layout buku bergaya klasik yang didesain oleh Francesco Griffo pada sekitar abad ke 15. Francesco Griffo bekerja pada sebuah penerbitan di Venice yang bernama Aldus Manutius. Font type ini memiliki karakter yang lebih “ringan” jika dibandingkan dengan font Jonson. Font bernuansa klasik ini memiliki tingkat keterbacaan (readibility) yang sulit disamai oleh jenis font lainnya.

[gambar 3] Tampilan font bembo

04 Caslon

Pada abad ke 18 dan ke 19 font type ini dinobatkan sebagai font terbaik di zamannya. Caslon diciptakan oleh seorang type designer bernama William Caslon dari Inggris pada abad ke-18. Salah satu ciri khas dari font type ini adalah nilai daya tariknya di dalam bentuknya yang nampak tak teratur. Caslon mampu membuat susunan kata menjadi lebih elegan dan memiliki ciri khas tersendiri.

[gambar 4] Tampilan font caslon

05 Electra

Jika Anda menginginkan sebuah buku memiliki nuansa yang serasi, Electra adalah font type yang tepat untuk digunakan pada setiap kata pada halaman buku Anda. Font ini didesain oleh D.W. Dwiggins pada tahun 1935. Menggunakan font ini di setiap halaman buku Anda, akan memberikan kekhasan “warna” atau corak yang elegan.

[gambar 5] Tampilan font electra

Beberapa font type tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi Anda dalam memutuskan jenis font mana yang diinginkan. Bagaimana pendapat Anda?