Desain Grafis dalam Lintas Sejarah Peradaban Manusia

desain grafis

Istilah desain grafis mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan sebagian orang. Namun tidak semua orang mampu memahami apa yang sebenarnya yang dimaksud dengan istilah desain grafis, bagaimana sejarahnya, dan ruang lingkupnya. Sebagian orang mungkin dapat menyebutkan bahwa sebuah desain poster merupakan salah satu karya desain grafis. Namun belum tentu mereka mampu menyebutkan beberapa unsur yang terkandung dalam sebuah poster yang berkaitan dengan term desain grafis. Nah, oleh sebab itu, artikel desain grafis ini akan berfokus pada topik pembahasan tentang desain grafis, baik yang berkaitan dengan sejarah desain grafis, unsur-unsur desain grafis, maupun penerapan desain grafis dalam kehidupan nyata.

Definisi Desain Grafis

Istilah desain grafis atau graphic design secara harfiah dapat diartikan sebagai “the art or skill of combining text and pictures in advertisements, magazines, or books” – yakni sebuah seni keterampilan dalam mengkombinasikan elemen teks dan gambar pada sebuah media iklan, desain majalah maupun desalin layout buku. Pada umumnya, definisi desain grafis diartikan sebagai sebuah proses dari komunikasi visual serta usaha dalam mencari sebuah solusi (problem solving) melalui penggunaan elemen tipografi, fotografi, dan penggunaan ilustrasi.

desain cover buku dengan sentuhan lukisan realis

Masih mengenai definisi desain grafis, seorang penulis sekaligus desainer grafis berkebangsaan Amerika, Jessica Helf menyatakan bahwa, “graphic design is a visual language uniting harmony and balance, colour and light, scale and tension, form and content. But it also an idiomatic language, a language of cue and puns and symbol and allusions of cultural reference and perceptual inferences that challenge both inletectual and chalenge”. (Shaughnessy, Adrian: 2005). Jadi, berdasarkan peryataan tersebut definisi desain grafis dapat dikatakan sebagai sebuah bahasa visual yang mampu menyatukan nilai-nilai harmoni dan keseimbangan, skala dan penekanan, bentuk dan isi. Di sisi lain, definisi desain grafis dapat diejawantahkan sebagai bahasa yang bersifat idiomatik, sebuah bahasa yang memuat permainan kata-kata, simbol, maupun sindiran atas referensi kebudayaan maupun simpul persepsi yang memiliki daya tarik baik bagi intelektual maupun penglihatan manusia.

desain kemasan unik, salah satu produk desain grafis

Ruang Lingkup Desain Grafis

Ruang lingkup desain grafis sendiri masih dianggap sebagai bagian dari komunikasi visual dan desain komunikasi, meski istilah desain grafis kadangkala digunakan sebagai bentuk sinonim. Sementara itu, seseorang yang bekerja di bidang desain grafis disebut sebagai seorang desainer grafis atau graphic designer. Secara sederhana, pekerjaan desainer grafis adalah membuat dan mengkombinasikan simbol, elemen teks, ataupun gambar untuk menciptakan sebuah representasi visual atas sebuah ide atau pesan yang ingin disampaikan. Biasanya lingkup pekerjaan desainer grafis tidak jauh dari:

konsep tata letak pada sebuah desain brosur

  1. membuat desain logo atau branding design perusahaan,
  2. membuat desain editorial seperti desain layout buku, desain majalah, surat kabar maupun desain katalog.
  3. Membuat tampilan website (web design) atau bahkan membuat desain kemasan (packaging design) untuk produk tertentu.

Seorang desainer grafis dalam setiap proses kreatifnya tentu saja membutuhkan keterampilan di bidang tipografi, seni visual, serta teknik penataan halaman (page layout) untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka ke dalam sebuah komposisi visual.

Sejarah Desain Grafis

Perjalanan sejarah desain grafis memiliki kaitan yang erat dengan perkembangan seni rupa. Meskipun desain visual merupakan sebuah disiplin ilmu yang masih terbilang baru, yang pertama kali diperkenalkan oleh William Addison Dwiggins pada tahun 1922, akan tetapi aktivitas manusia yang berkaitan dengan seni desain grafis sudah ada dalam kurun waktu sebelumnya. Lukisan Gua di Lascaux, Perancis menemukan salah satu temuan yang diklaim sebagai salah satu produk komunikasi visual tertua yang pernah ada. Lukisan ini diperkirakan telah ada sejak 15.000 – 10.000  SM. Sementara itu, manuskrip-manuskrip dari abad pertengahan telah banyak yang menggunakan seni ornamen maupun elemen dekoratif di dalamnya. Hal ini semakin memperkuat bahwa perkembangan desain grafis modern tidak lepas begitu saja dari perkembangan desain grafis di masa lalu, bahkan di masa manusia pra sejarah.

Di Babilonia sendiri, para seniman telah lama menggunakan batu bata sebagai media komunikasi, yakni dengan cara mengukirkan beberapa inkripsi tulisan kuno. Tulisan-tulisan tersebut biasanya berisi informasi mengenai rezim kekuasaan yang memerintah kala itu. Hal ini sejatinya mirip dengan penggunaan papan reklame mauupun billboard yang sering terpampang di sudut-sudut kota yang sering kita temukan sekarang. Sementara masyarakat Mesir Kuno telah mengembangkn sistem komunikasi berupa tulisan hieroglyp yang penggunaannya telah tercatat sejak tahun 136 SM.

Perkembangan di Era Modern

Meskipun pada hakikatnya sejarah perkembangan desain grafis atau komunikasi visual telah berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri, titik kulminasi yang dicapainya baru terlihat antara abad ke 20 dan abad ke-21. Akan tetapi pada masa tersebut, perbedaan antara desain periklanan, seni rupa, dan bahkan desain grafis seringkali menjadi kabur. Hal ini dikarenakan karena terdapat banyak kesamaan di antara bidang-bidang tersebut, baik dari segi teori, prinsip, penggunaan, bahasa dan elemen yang membentuknya.

Di Amerika, sejarah perkembangan seni desain grafis dimulai dari penggunaan surat kabar oleh Benjamin Franklin. Melalui surat kabar yang bernama The Pennsylvania Gazette, ia tidak hanya mempromosikan buku-buku karyanya semata, namun juga berusaha menuangkan ide-idenya yang kemudian banyak dibaca oleh masyarakat. Pada mulanya desain media iklan yang banyak beredar di Amerika dirasa kurang mampu menarik perhatian publik. Kebanyakan media advertising tersebut banyak menjiplak koran maupun majalah dari Inggris. Baik desain surat kabar maupun desain periklanan di Amerika kala itu, belum menemukan bentuk yang pas agar mudah dipahami secara visual oleh pembaca. Akan tetapi Benyamin Franklin dengan surat kabarnya mampu melakukan hal yang berbeda. Ia mampu menatat kolom iklan sedemikian rupa dengan konsep tipografi yang mampu menarik perhatian visual. Pada kolom iklan, ia biasanya menggunakan font type dengan ukuran 14 point pada baris pertama, meski pada baris-baris selanjutnya font type tersebut akan memiliki ukuran yang lebih kecil. Benyamin Franklinlah yang pertama kali menggunakan media ilustrasi dan juga desain logo pada media advertising di surat kabarnya. Selain itu, ia juga menekankan kepada pihak pengiklan bahwa memberikan detail informasi akan produk yang mereka iklankan merupakan salah satu hal vital dalam merebut hati konsumen.

Sementara di Inggris, sejarah perkembangan pendidikan seni grafis salah satunya dimotori oleh seorang tokoh bernama Henry Cole. Kepada pihak pemerintah, Henry menekankan tentang nilai pentinya sebuah desain pada sebuah jurnal berjudul “Journal of Design and Manufactures”. Di samping itu, ia juga dikenal sebagai penyelenggara The Great Exhibition, sebuah perayaan atas penemuan di bidang teknologi industri modern.

Penerapan Desain Grafis dalam Dunia Nyata

Sadar atau tidak, hampir semua aspek kehidupan manusia memiliki keterkaitan dengan penggunaan desain grafis.  Banyak produk-produk desain yang menjadi bagian dari kehidupan manusia itu sendiri, mulai dari majalah, surat kabar, buku, dan lain sebagainya. Semua hal tersebut tentu saja membutuhkan peran seorang desainer grafis sebelum produk-produk tersebut sampai ke tangan konsumen. Sebuah buku teks yang memuat ide-ide seorang penulis tentu harus ditata terlebih dahulu – mulai dari penggunaan font type, berapa ukurannya, penempatan gambar dan hal-hal sejenisnya. Pengerjaan desain layout buku tentu saja bertujuan agar teks yang memuat ide-ide seorang penulis dapat dengan mudah dibaca serta dimengerti oleh pembaca. Selain pemanfaatan bidang desain grafis di bidang percetakan, seni grafis juga seringkali digunakan pada bidang industri. Di antaranya adalah yang berkaitan dengan pembuatan desain logo perusahaan, desain branding, desain kemasan (packaging design) ataupun desain company profil.

Dasar Keterampilan Desain Grafis

Untuk menjadi seorang desainer grafis, seseorang paling tidak dituntut untuk mememiliki beberapa keterampilan dasar desain grafis, yakni: seni visual, tata letak atau layout, seni tipografi dan juga desain interaksi. Hal yang berkenaan dengan seni visual yang perlu dimengerti oleh seorang desainer grafis adalah seni fotografi dan juga digital imaging, atau pengolahan gambar secara digital.

Sementara keterampilan di bidang tata letak atau layout berhubungan dengan proses penataan, kombinasi, serta penyusunan beragam elemen desain grafis pada media atau kanvas desain itu sendiri. Di samping itu, proses kreatif yang berhubungan dengan seni desain grafis tidak akan pernah lepas dari penggunaan elemen tipografi. Tipografi dalam desain grafis sendiri biasanya berhubungan dengan pemilihan typeface, pengaturan ukuran typeface / font type, leading, dan berbagai pengaturan lain yang berhubungan dengan permainan mengkreasikan sebuah huruf atau karakter.