3 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Layout Majalah

layout Design

Proses membuat layout majalah merupakan salah satu proses yang cukup vital dalam menghadirkan sebuah media informasi cetak. Bagaimana tidak, sebuah majalah yang didesain dengan proporsional akan memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi pembacanya dalam menggali informasi yang mereka perlukan. Selain berfungsi sebagai media informasi, majalah juga merupakan salah satu media marketing yang hingga kini masih banyak digunakan, bahkan oleh para pemilik bisnis berskala besar sekalipun. Meskipun dunia semakin terhubung dengan perangkat digital dan berbagai pernak-perniknya, namun hal tersebut tidak lantas memandulkan vitalitas sebuah majalah sebagai salah satu media marketing yang mampu menggaet konsumen.

Hadirnya sebuah majalah di tangan pembaca, tentu saja tidak lepas dari proses kreatif peran para grafis desainer. Di sini seorang grafis desainer, baik perorangan maupun yang telah tergabung di sebuah agency desain grafis “berkewajiban” membuat layout majalah – tentu saja di sini diperlukan kreativitas dan intuisi mereka dalam merancang komposisi layout majalah yang mampu “memanjakan” indra visual para pembaca. Artinya, membuat layout majalah tidak hanya terbatas dalam meletakkan unsur tipografis dengan unsur visual semata. Ada cara-cara tertentu agar kedua unsur tersebut dapat dipertemukan dalam satu bingkai keharmonisan. Dengan demikian antara unsur tipografi dalam hal ini adalah teks dan unsur visual seperti gambar ataupun fotografi tidak akan saling tumpang tindih.

contoh kombinasi elemen visual dan tipografi pada layout majalah

3 hal penting dalam membuat layout majalah

Desain layout majalah yang ditata dengan konsep desain grafis yang proporsional akan mampu menghadirkan konten majalah yang ideal. Nah, di sini paling tidak ada 3 hal yang menjadi perhatian dalam proses membuat layout majalah, di antaranya:

desain cover majalah SU Magasinet oleh Morten Rosendal

#1 Penggunaan desain tipografi yang proposional

Unsur tipografi tidak bisa dianggap remeh dalam membuat layout majalah. Penggunaan jenis font type biasanya disesuaikan dengan tema majalah yang ada. Di samping itu, penggunaan ukuran font, jarak antar baris atau leading harus memiliki perbandingan yang ideal. Artinya semakin besar ukuran font maka settingan jarak antar baris (leading) juga harus semakin lebar. Dengan kata lain, ukuran font berbanding lurus dengan ukuran jarak leading. Di samping itu, penggunaan font yang terlalu kecil tidak disarankan dalam sebuah desain layout majalah. Sebab pada dasarnya sebuah majalah dicetak untuk dibaca, sehingga sebisa mungkin tulisan atau konten di dalamnya pun harus mudah dibaca oleh pembaca.

readibility sebuah teks ketika berpotongan dengan elemen garis

#2 Mengoptimalkan Aspek Keterbacaan dan Kemudahan pada desain majalah

Readability dan legibility, merupakan aspek yang krusial bukan hanya dalam proses membuat layout majalah, namun juga pada proses pengerjaan projek desain grafis lainnya seperti layout buku maupun desain surat kabar. Aspek readability atau keterbacaan berkaitan erat dengan sebuah karakter atau huruf ketika ia dirangkai menjadi kata-kata. Sementara aspek legibility berkaitan dengan semudah apakah sebuah huruf atau karakter mampu dikenali oleh mata pembaca dalam kondisi ekstrim, seperti ketika media digerakkan atau lainnya seperti ketika sebuah teks disandingkan sebuah gambar atraktif. Dengan kata lain. konsep membuat layout majalah adalah bagaimana menghadirkan konten majalah mudah untuk dibaca oleh orang lain.

salah satu contoh layout isi desain majalah

#3 Melakukan telaah akhir hasil layout majalah sebelum proses pencetakan

Langkah ketiga yang perlu digarisbawahi dalam proses membuat layout majalah adalah melakukan telaah akhir, baik dari sisi redaksional maupun aspek-aspek yang berkaitan dengan desain majalah itu sendiri. Pastikan bahwa semua hal yang berhubungan dengan pembuatan layout majalah telah terpenuhi secara keseluruhan.