16 Cuerdas, Layout Buku Minimalis oleh David Elorza

layout Design

16 Cuerdas atau yang secara harfiah diartikan sebagai 16 tali merupakan sebuah judul buku yang didesain oleh seorang desainer bernama David Elorza. Kepiawaian sang desainer dalam mengekspresikan jiwa artistiknya dapat dipersaksikan melalui penataan elemen tipografi yang terlihat begitu harmoni dengan beberapa elemen grafis. Pada penampakan layout buku milik desainer tersebut tersebut akan terlihat bagaimana tata cara meletakkan elemen tipografi yang dipadukan dengan elemen gambar agar tidak saling tumpang tindih.

Buku yang berjudul 16 Cuerdas sendiri sejatinya terdiri dari dua buah volume atau jilid. Pada jilid pertama, buku ini lebih banyak memperbincangkan mengenai secarah perkembangan olah raga tinju, salah satu olah raga seni bela diri yang mendunia. Semantara pada jilid kedua, buku ini membahas tentang hubungan tinju dengan kesenian.

Cover Buku 16 Cuerdas

Berbicara mengenai desain buku ini, sang desainer lebih banyak menggunakan aksen warna hitam dan putih. Termasuk warna pada beberapa gambar hasil fotografi yang digunakan sebagai bahan ilustrasi pada contoh layout buku ini. Kesan layout buku minimalis akan lebih terasa ketika pembaca mulai mengikuti buku ini dari halaman perhalaman. Penggunaan elemen white space atau ruang kosong, penataan elemen tipografi, dan juga elemen visual memberikan kesan sederhana namun tetap atraktif.

Pengunaan gambar hitam putih pada buku 16 Cuerdas

Pada bagian tertentu di halaman layout buku, desainer juga membagi media layout ke dalam dua kolom layaknya sebuah desain majalah. Hal ini tentu saja akan semakin mempermudah pembaca dalam menemukan informasi yang mereka cari. Setiap pergantian judul, terutama yang membicarakan tokoh petinju dunia, sang desainer menempatkannya pada satu halaman menuh. Dengan cara seperti ini, pembaca akan lebih menemukan nama petinju idola mereka tanpa bersusah payah.

Penggunaan font berjenis sans serif

Lalu bagaimana pemilihan jenis font untuk layout buku minimalis ini? Paling tidak, ada dua jenis font yang digunakan, yakni font berjenis serif dan font berjenis sans serif. Font berjenis serif lebih banyak mendominasi pada bagian body teks atau isi buku. Sementara font sans serif lebih banyak digunakan pada judul agar keterbacaan teks semakin jelas. Secara lebih jelas, contoh layout buku minimalis ini dapat dilihat pada ilustrasi gambar berikut.

Konsep dua kolom untuk menghasilkan layout buku minimalis

Penataan elemen visual dengan elemen tipografi